[Tanya Jawab] Imam Shalat yang tak Disuka

berjamaah

Assalamualaikum wr wb.
Ustadz, di masjid saya ada imam baru. Dia ma – sih muda, tapi sombong sekali kepada orang tua.
Dia cenderung ke golongan tertentu, masjid se – perti milik sendiri. Ada beberapa jamaah yang me rasa tertekan, bahkan ada yang tidak shalat ber jamah lagi di situ. Bagaimana mestinya sikap kami terhadap imam ini?
Hamba Allah.

Waalaikumussalam wr wb.
Menjadi imam shalat jamaah merupakan tugas mulia. Sebab, imam dalam shalat jamaah adalah individu yang memimpin orang banyak dalam menjalankan ibadah paling agung dalam Islam. Apalagi, jika di samping menjadi imam, ia juga memberikan nasihat, pengajaran, dan peringatan kepada jamaahnya. Berapa banyak orang yang tersadarkan dari kesesatannya dan menyesal atas segala kelalaiannya.

Di samping tugas mulia, menjadi imam shalat jamaah juga merupakan tanggung jawab besar. Imam tak hanya mesti memiliki keahlian mem- baca Alquran dan ilmu tentang shalat. Ia pun dituntut mempunyai sifat dan akhlak sebagai panutan jamaahnya. Karena itu, seharusnya yang menjadi imam shalat jamaah adalah mereka yang berilmu, wara, benar bacaan, dan banyak hafaln surah Alqur’an-nya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah SAW ber sabda, “Seorang imam adalah penjamin (pelaksanaan shalat) dan muazin adalah orang yang diberikan kepercayaan untuk menjaganya. Ya Allah tunjukilah para imam dan berilah ampunan untuk para muazin.”¬† (HR Abu Daud, Ahmad, al- Baihaqi, Tirmizi, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban).

Para ulama menjelaskan, maksud dari pen- jamin dalam hadis di atas, seorang imam wajib menjaga shalat makmumnya agar tidak batal, menjaga rakaat shalatnya serta tidak buru-buru dalam shalatnya yang merusak rukun shalat. Hal itu juga berarti imam memikul bacaan bagi mak- mum dalam shalat jahrdan juga memikul beban bacaan al-Fatihah bagi makmum yang masbuk. Karena itulah Rasulullah menjelaskan siapa yang paling berhak menjadi imam shalat jamaah.

Dari Abu Mas’ud al-Anshari ia berkata, Rasulullah bersabda, “Yang (paling berhak) menjadi imam pada satu kaum adalah yang paling baik dan banyak hafalannya terhadap Alquran. Jika mereka sama di dalam bacaan (hafalan), maka yang paling berilmu terhadap Sunah. Jika mereka sama di dalam Sunah, yang paling dahulu berhijrah. Jika mereka sama di dalam hijrah, yang pa ling dahulu masuk Islam (di dalam riwayat lain: yang paling tua umurnya). Seorang laki-laki janganlah menjadi imam di dalam wilayah kekuasaan laki-laki lain, dan janganlah dia duduk di atas permadani/tempat duduk khususnya di dalam rumah orang itu, ke cuali dengan izinnya.”‘ (HR Muslim).

Seharusnya, para imam menjadikan Rasulul- lah sebagai teladan. Rasulullah selalu memper- hatikan keadaan dan kondisi para jamaahnya dalam memanjangkan atau memendekkan bacaan ketika menjadi imam. Memperhatikan ja- maah yang masih kecil dan orang tua, wajahnya se lalu dihiasi senyuman, menghormati dan meng hargai setiap jamaahnya, selalu memberi – kan nasihat kebaikan.
Bahkan, Rasul marah kepada imam yang membaca terlalu panjang, sehingga menyebabkan jamaah tidak mau melakukan shalat berja – maah. Seorang imam hakikatnya adalah miniatur kepemimpinan umat di luar shalatnya. Ia harus mampu menunjukkan kualitas kepemimpinannya sehingga para jamaah menghormati, menghargai, dan mencintainya.

Tentu hal itu dapat dicapai jika imam memiliki sifat dan akhlak mulia dan mampu menerapkan nilai-nilai shalat dalam kehidupannya. Tidak sep- atutnya seorang imam memaksakan mazhab yang diikutinya jika berada dalam lingkungan bermazhab yang dibenar akidah ahlussunah wal jamaah.
Dari Abu Umamah, ia berkata bahwa Rasulul- lah bersabda, “Ada tiga golongan yang shalat mereka tidak melewati telinga-telinga mereka, yaitu budak yang melarikan diri dari tuannya sampai ia kembali kepada tuannya, istri yang bermalam dalam keadaan suaminya marah terhadapnya, dan se seorang yang mengimami suatu kaum dalam keadaan mereka tidak suka kepadanya.” (HR Tir- mizi, Thabrani dan Baihaqi).

Wallahu a’lam bish shawab.

Ditulis ulang dari Harian Republika

Oleh Ustaz Bachtiar Nasir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s