BPJS : Cek Mata ke RS. William Booth

Logo_BPJS_Kesehatan

Pagi ini ane meluncur ke RS. William Booth, diiringi desir angin dan deru mesin Supri X125R merah kesayangan, menuruni bukit, melewati akpol, turun ke daerah kagok dan akhirnya sampe juga lah di tempat yang dituju. Persis jam 09.00 tepat ane masuk kedalam garasi parkir RS yang konon disebut sebut sebagai moyangnya klinik mata, kenapa demikian, karena di rumah sakit inilah warga semarang beriktikad dan berusaha melawan sakit yang di derita pada anggota badan yakni mata.

Langkah ane ayunkan menuju loket Pendaftaran dengan sederet papan keterangan : Spesialis Gigi, Spesialis Mata, Spesialis Anak, Spesialis Bedah dan Penyakit dalam, ngga sempat ane ingat semua, banyak euy… Ga taunya setelah nanya (tentunya dengan sebait senyuman) petugas,

Ane : Pagi Bu

Petugas : (tegas tapi tanpa sebaris senyum) BPJS ya mas?

Ane : Iya bu, BPJS.

Petugas : mas Keluar, belok kanan nanti ada pos layanan BPJS, daftarnya di sana.

Ane : Oke bu, makasih ( juga dengan tersenyum)

Ane langsung menuju loket pendaftaran BPJS yang dimaksud, begitu masuk lewat pintu utama, ane disambut sama sekumpulan pasien juga yang sedang mengurus pendaftaran via BPJS, inget ya gans, kartu rujukan dari dokter faskes 1 harus agan bawa, dokumen yang bakal diserahkan ke petugas (sepertinya bakal sama di setiap klinik penerima BPJS) :

  1. FC Surat Rujukan
  2. FC KTP
  3. FC Kartu BPJS

Setelah ane terdaftar, ane diminta untuk menunggu di ruang tunggu tepatnya didepan masing2 klinik/ poli layanan kesehatan. Ane sempet tertegun melihat antrian yang begitu banyak tanpa tau nomor antrian yang saat ini berjalan, pasien yang lain pun demikian. Satu demi satu petugas memanggil pasien menggunakan pengeras suara, ane iseng mengamati petugas pemanggil pasien, dia menggunakan mic kabel yang disambung ke pengeras suara menggunakan TOA Wireless yang sudah cukup usang, ane perkirakan usianya sekitar 6-10 tahun. Saking banyaknya pasien yang menunggu hampir-hampir saja ane mengurungkan niat untuk pulang dan tidak jadi periksa. Tetapi rasa penasaran dan takjub lebih dominan hinggap di hati dan pikiran ini, yang pertama karena latar belakang ane pengen benar-benar menyelami program BPJS, dan yang kedua karena ane melihat disekitar ane, pasien tua, muda, semua membaur menjadi satu ada yang memiliki fisik dan mental masih segar bugar, tegap, kuat, namun banyak juga diantara pasien yang tua renta, jalan aja susah, sudah loyo, ane amati ada ibu2 yang menggunakan kursi roda karena kaki kanan-nya diamputasi, suaminya dengan tegar dan tenang mendorong untuk masuk ke poli penyakit dalam, bapak2 usia sekitar 60 th sendirian tidak ditemani anak ataupun istrinya, berulang kali protes menanyakan urutanya di poli penyakit Dalam, dijawab sama petugas masih belum gilirannya pak.

Beberapa ane amati ada yang asik dengan gadget mereka, ini yang masih usia kepala 29-35 th. Sesekali ada diantara mereka yang berbagi tempat duduk, merasa diri lebih muda sehingga harus iba dan faham dengan kondisi orang lain yang lebih tua dan lemah dari dirinya. Ane pun demikian, sesekali melihat pasien yang dipanggil kursi suduh kosong, tengok kiri kanan tidak ada yang perlu ane persilahkan akhirnya ane duduk, cukup pegel juga meskipun tas Eiger dengan berat 6kilo(Kg) dipunggung sudah ane taruh di samping kursi tunggu para pasien.

Ane kembali membuka gadget ane  Galaxy Note 3 dan mengecek Akun BBM, Whatsapp, biasa, siapa tau ada transaksi masuk😀, kusempatkan untuk mengulang hafalan ayat 6 Surat Talaq yang tak kunjung usai, susah sekali (batin ane), ini surat emang super dupper susah dihapalin, ato ane aja yang ga fokus, hufft…

Ane ga tahan diem2an aja, akhirnya ane buka dialog dengan ibu2 separuh baya samping ane yang sebelumnya ane amati memakan kue Nogosari, intinya ibu tersebut datang jam 8 dan sampe jam 9.20 belum dipanggil, dia menggunakan BPJS juga spertinya, dia akan priksa matanya yang menurutnya ada indikasi katarak, dan butuh waktu lama sampai harus operasi karena sebelumnya harus dimatangkan dulu katarak yang ada. Tidak berselang lama ada bapak ibu datang ke pintu poli penyakit dalam, agak ragu2 sepertinya, namun mengurungkan diri untuk masuk karena belum gilirannya, akhirnya keluar lagi, sebelum terlalu jauh ane menawari untuk memberikan tempat duduk ane, dan mereka berdua dengan tulus mengucapkan terimakasih, bapaknya (dengan jalan yang agak terhuyung) duduk, istrinya tersenyum ke ane dan berucap matursuwun nggih mas, ane jawab nggih bu sami-sami…

Bersambung, masih ada ane dialog sama peserta BPJS penyakit dalam, kolestrol darah tinggi sampe kaki bengkak besar, dia sangat berterimakasih dengan program BPJS.

Artikel ini merupakan lanjutan dari : https://akhfauzan.wordpress.com/2014/09/09/sekelumit-cerita-tentang-bpjs/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s